Ini Kata Anang Hermansyah, Soal Prahara RUU Permusikan

Kemunculan RUU Permusikan, memang menuai pro-kontra dan membuat para musisi tanah air buka suara untuk menentang. Sebagian besar musisi, ramai-ramai untuk menolah RUU tersebut karena dinilai bisa jadi faktor penghalang yang musisi untuk berkarya.

Bahkan, mewakili pihak yang menolak RUU Permusikan tersebut, Danilla Riyadi akhirnya membuat satu petisi di laman Change.org yang hingga kini sudah ditanda tangani lebih dari 190 ribu orang dari 200 ribu yang tadinya ditargetkan.

Sejalan dengan ini, nama Musisi Anang Hermansyah yang juga salah anggota DPR, dikaitkan dengan rasa kecewanya para musisi tersebut. Lantaran Anang dinilai ikut ambil peran atas kemunculan RUU tersebut. Tahu dirinya mendapat banyak serangan, ada satu video yang ia buat sebagai bentuk klarifikasi. Namun tak cukup sampai disitu saja, akhirnya pada senin (4/2/2019) lalu, bertempat di Cilandak Town Square, akhirnya dibuatlah sebuah diskusi soal RUU Permusikan yang juga dihadiri Anang dan beberapa musisi tanah air.

“Ini kan kita kan permasalahannya banyak sekali. Yang tidak setuju, ya kita tanya, ‘Kamu tidak setujunya di bagian mana? Masukan kamu apa?’ Kayak tadi banyak sekali, ada KNTL RUUP, banyak. Makanya tadi Mas Glenn (Fredly) bagus. ‘Kapan kita akan duduk bersama-sama? Kenapa tidak setuju, apakah ada masukan?’ Supaya memperkaya yang sekarang ada. Itu kita bahas ulang dan kita sampaikan ke publik,” terang Anang Hermansyah saat dijumpai usai diskusi RUU Permusikan di Cilandak Town Square, Senin (4/2).

Tak hanya menghargai cara Glenn Fredly atas inisiatifnya untuk mencari tahu lebih dalam soal RUU Permusikan ini, suami dari Ashanty tersebut juga mengemukakan pendapatnya tentang Jerinx. Personel band SID yang dengan lantang tidak setuju dengan RUU Permusikan hingga membuat istrinya kesal di instagram. .

“Ya itulah bagian yang memberikan khasanah baik. Ini masukan tapi caranya berbagai macam cara, itu kan bentuk cara saja. Kalau kita duduk bersama dengan tenang, dengan mengkaji dengan baik, Bagaimana perjalanan musik indonesia dengan tepat? Bagaimana kesejahteraan? Bagaimana kita tak punya standar musik dan pembayaran? Terus kita tidak punya gedung-gedung pertunjukkan di daerah, sementara konser di daerah kan butuh’,” jelasnya lagi. 

Artikel Asli

News Feed