Pemilihan Kuwu di Indramayu Kini Dibiayai APBD

Jalurpantura.com - Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pemberdayaan Masayarakat dan Desa (DPMD) sudah menjadwalkan Pemilihan Kuwu (Pilwu) serentak yang rencananya akan digelar pada pertengahan bulan Desember 2017 ini.

Tahun ini pemilihan kuwu akan dilaksanakan secara serentak di 138 desa di seluruh kabupaten Indramayu. Untuk tahapan atau proses penyelenggaran Pilwu serentak sendiri mulai berjalan mulai akhir Agustus ini. Pertimbangan pelaksanaan Pilwu pada bulan Desember itu, didasarkan pada akhir masa jabatan sebanyak 138 Kuwu yang dilantik serentak pada 8 Februari 2012 lalu.

“Berdasarkan draf yang kita susun, Insya Allah sekitar bulan Desember Pilwu serentak digelar. Ini sudah berdasarkan ketentuan regulasi, tidak ada yang lain,” seperti diungkap Kepala DPMD Kabupaten Indramayu, DR. H. Dudung Indra Ariska, S.H, M.H, Selasa (08/08/2017).

Menghadapi pesta demokrasi di tingkat desa tersebut, DPMD akan segera melayangkan surat kepada seluruh BPD (Badan Perwakilan Desa) untuk memberitahukan kepada Kuwu yang masa jabatannya akan berakhir. Sepuluh hari setelahnya BPD diharuskan membentuk Panitia Pemilihan Kuwu (Panpilwu).

Sesuai dengan regulasi yang ada baik Perbup, Perda dan UU, biaya Pilwu di 138 desa akan ditanggung APBD Kabupaten Indramayu. Anggaran bantuan keuangan untuk Pilwu serentak yang disiapkan hampir menyentuh angka Rp. 13 miliar.

“Anggarannya sekitar Rp.12 miliar lebih, bahkan hampir mencapai Rp.13 miliar. Jadi haram hukumnya panitia pilwu memungut biaya dari para calon kuwu dengan dalih apapun karena sudah ditanggung APBD,” demikian ungkap Dr. H. Dudung Indra Ariska, S.H, M.H.

Alokasi anggaran sebesar itu nantinya terbagi menjadi dua tahap. Yakni alokasi dasar dan alokasi formula. Alokasi dasar nantinya setiap desa yang mengadakan Pilwu akan mendapatkan bantuan keuangan rata-rata sebesar Rp. 68 juta.

Sedangkan alokasi formula jumlahnya akan disesuaikan dengan jumlah calon pemilih. Sehingga jika diakumulasikan bantuan keuangan Pilwu berkisar antara Rp.80 juta - Rp100 juta/desa. Setiap desa akan mendapatkan bantuan keuangan Pilwu berbeda-beda, bergantung pada jumlah hak pilihnya.

Agar tidak disalahgunakan, pihaknyapun akan mengundang para Kuwu yang akan habis masa jabatannya untuk membuat sebuah komitmen bersama terkait dengan SPJ (Surat Pertanggungjawaban) bantuan keuangan Pilwu tersebut. (Ddo/Foto Diskominfo Indramayu)