Lebaran, Jangan Gengsi Minta Maaf kepada Pasangan

Jalurpantura.com, Indramayu - Lebaran sebentar lagi. Di Indramayu ada tradisi saling bermaafan, hal ini menjadi rutinitas saling berkunjung ke orangtua, mertua, saudara, tetangga, dan sahabat.

Meminta maaf kepada orangtua, keluarga dan sahabat, dan tak lupa pasangan. Meskipun menurut dr. John Gottman dalam In The Science of Trust menyatakan bahwa pasangan yang secara emosional bisa melupakan kejadian menyebalkan dan mudah memaafkan, tiada salahnya kamu tetap meminta maaf kepada pasangan di Hari Lebaran.

Pasangan yang meminta maaf secara tulus satu sama lain bisa menghilangkan racun dalam hubungan mereka. Meminta maaf kepada pasangan juga menjadi kunci utama pernikahan yang langgeng karena membuat kita belajar melepaskan masalah kecil maupun besar. Jangan gengsi atau malu meminta maaf karena ada makna di dalamnya.

  1. Tanggung jawab

Setiap orang bertanggung jawab atas perbuatannya, entah menyenangkan atau melukai orang lain, termasuk pasangan. Katakan kepada pasangan, "aku bertanggung jawab atas tindakan yang kulakukan. Dan aku meminta maaf jika hal tersebut melukaimu."

  1. Gunakan kalimat “Aku minta maaf” dan “Aku salah”

Permintaan maaf kita akan lebih didengar dan diterima jika menggunakan dua kalimat tersebut.

  1. Memperbaiki situasi

Mengajukan permintaan maaf kepada pasangan tidak akan menurunkan derajatmu di hadapannya. Justru keberanian ini menunjukkan siapa pihak yang berinisiatif menjaga keutuhan hubungan.

  1. Menambah keintiman

Perhatikan kondisi saat meminta maaf, upayakan suasananya mendukung alias tanpa gangguan, misalnya dari tamu, telepon selular, atau anak-anak.

  1. Hati lega

Setelah meminta maaf, hati ini akan terasa lega dan hubungan kembali seperti semula. Jangan biarkan gengsi membuat kita merasa selalu benar.  [MP/Tempo.co/Annebayra.com]