Kerajinan Gerabah Wirapanjunan Lapuk Ditelan Zaman

Jalurpantura.com - Kerajinan gerabah yang dulu menjadi primadona untuk warga Desa Wirapanjunan Kecamatan Kandanghaur kabupaten Indramayu. Kini perlahan mulai tenggelam ditelan zaman.

Kerajinan gerabah berupa kendi (tempat air minum), cowet (tempat membuat sambal), celengan (tempat menyimpan uang), kuali dan lain-lain kini kurang diminati.

Kendi kini sudah berganti dengan dispenser, cowet gerabah kalah sama cowet dari batu, celengan pun sudah berganti celengan yang terbuat dari plasti. Sementara itu kuali pun sudah berganti dengan kuali dari logam.

Maka tidak heran keberadaan pengrajin gerabah di Desa Wirapanjunan Kandanghaur ini memprihatinkan sehingga dagangannya dipenuhi oleh debu jalan pantura.

Pengrajin gerabah di Panjunan ini harus berbenah agar tidak lapuk ditelan zaman dengan melihat kerajinan gerabah di daerah lain yang tetap laku di pasaran seperti di Plered Purwakarta.

Para pengrajin di Plered membuat berbagai hiasan gerabah yang tidak monoton seperti tempat bunga berukuran dari kecil, sedang dan besar.

Selain itu mereka juga inovasi dalam hal pewarnaan sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut atau sekedar lewat ke daerah Plered Purwakarta. (Didno/Foto Erwin Wiguna).