Jeritan Hati Seorang Single Lady Part.2

Jalurpantura.com - Aku masih ingat, waktu itu berat badanku hampir 90kg lebih karena sebagian besar berisi cairan yang tidak mampu disaring oleh ginjal, sehingga menimbulkan pembengkakan di beberapa bagian, seperti wajah, perut, pinggul dan pembengkakan kaki yang membuatku sangat berat bahkan untuk berpindah posisi duduk. 

Aku menderita. Aku tak berdaya. Aku putus asa menahan sakit yang membuatku sangat malu dengan kondisiku seperti itu. 

Obat, obat dan obat. Aku muak dengan pemandangan obat di setiap pojok kamarku. 

Sampai suatu hari, ibuku menangis tersedu-sedu di telepon, membuatku penasaran dengan siapa dia berbincang via suara itu. 

"Emak, bicara dengan siapa?" tanyaku mengawali pembicaraan setelah ibuku menutup teleponnya". 

"Emak bicara dengan bibimu Fa. Emak menyuruh paman, bibi dan beberapa sepupumu datang untuk menjengukmu. Emak tidak kuat melihat kamu menderita sendirian seperti ini Fa, Emak tidak sanggup!" isak tangis ibu pun memecahkan suasana keheningan antara aku dan ibuku. 

Aku tidak mampu berkata apa-apa lagi, aku hanya bisa memandang air mata ibuku yang jatuh semakin deras. 

***

Beberapa hari kemudian, paman, bibi dan beberapa sepupuku datang dari jauh hanya untuk menjenguk keadaanku. 

Ibuku senang melihat mereka semua datang, setidaknya mereka bisa menghibur ibuku yang sedang galau melihat anaknya yang sedang berjuang untuk sembuh.  

Di tengah perbincangan keluarga, tiba-tiba pamanku mengeluarkan botol yang berisi cairan jamu yang konon katanya bisa menyembuhkan penyakit yang sedang aku derita ini. 

"Kamu coba jamu ini Fa, katanya bisa melancarkan buang air kecil. Setidaknya bisa membantu kamu mengurangi berat badan kamu lewat cairan yang dikeluarkan oleh urine, bukan?!" seru pamanku sembari menyodorkan jamu tersebut. 

"Makasih paman, semoga jamu ini bisa membantuku dalam berikhtiar menyembuhkan penyakit ini. Aku pasti meminumnya." kataku menyunggingkan senyum sebagai rasa terima kasih. 

Tidak berapa lama, mereka pun pamit pulang karena waktu yang sudah semakin sore dan jarak yang harus mereka tempuh lumayan cukup jauh. 

***

Dengan Bismillah, aku pun memasrahkan diri kepada Sang Maha Penyembuh. 
Aku rutin meminumnya sesuai dosis yang dianjurkan. 
Alhasil, Alhamdulillah kondisi badanku berangsur pulih dan cairan yang ada didalam tubuhku berangsur keluar lewat air seniku. 

Sungguh diluar dugaan, akhirnya berat badanku turun 35kg setelah aku menghabiskan beberapa botol jamu yang pernah pamanku berikan kepadaku.

Aku dan seluruh keluargaku memanjatkan puji dan syukur atas kesembuhanku. 
Dan aku berharap dengan kesembuhanku ini, aku bisa menyambung mimpi-mimpiku yang sempat kandas ditengah jalan. 

 

bersambung...