Cintanya Rudi Part 4

Getaran jiwa ini mulai tak mampu ku bendung, apakah engkau merindukanku wahai cinta?, mungkin Jiwaku seperti malam ini meski berbintang namun tak berbulan, kemudian Rudi membuka sebuah kotak dan mengambil beberapa foto kenangannya bersama Hany. Ditatapnya pemandangan luar lewat kaca jendela kamarnya, diluar ditaburi bintang gemerlapan kemudian Rudi kembali memandangi Foto seorang perawan yang iya pegang ditangannya.

Foto Perempuan itu memanggil Rudi dan dalam sekejap matanya terpaut, sehingga ia mengerti bahwa bahasa jiwalah yang kini bermain diseluruh sudut ruangan sehingga hatinya layu dengan Cinta. Kemudian Rudi menyimpan kembali Foto tadi dan mengambil sebatang pena untuk menuangkan perasaannya diatas kertas.

“ Wahai pesona jiwaku, kebenaran telah memilih kebisuan sebagai jalan termudah untuk menyampaikan sebuah makna bagi hati yang penuh cinta, aku tahu bahwa kebisuan malam adalah utusan yang paling berjasa diantara dua hati, karena ia mengemban pesan cinta dan membawakan rindu dari hati kita, sebagaimana Tuhan membuat jiwa-jiwa kita sebagai tawanan bagi jasad kita, demikian pula cinta membuatku sebagai tawanan dari kata-kata dan bahasa.

Dalam setiap tatapan kita, kita memang terhalang jarak dan waktu

tetapi aku yakin, suatu saat nanti kita akan selalu bersama

untuk menjalin hubungan yang tidak akan pernah terpisahkan lagi.

 

Ini adalah hatiku, hati yang tidak akan pernah mengeluh untuk selalu mengagumimu

untuk terus ada selalu untukmu, menjaga perasaan ini hanya untukmu

menunggu hingga engkau datang untuk menjadi pendamping hidupku.

 

Aku kangen saat engkau selalu membuatku yakin dan percaya

atas apa yang sebenarnya aku ragu dan tak mampu

karena engkau lah motivasi untuk setiap jalanku

bukanya aku bodoh dan tidak mampu untuk mencari jalan yang baik

tetapi  engkau memang penentuku untuk terus berjalan maju.

 

Aku yakin dengan perasaan rindu ini suatu saat nanti kita akan bangga

dengan apa yang selalu kita perjuangkan bersama untuk terus bertahan dalam hubungan ini hingga nanti kita akan bersatu untuk selamanya.

 

Sejauh apapun jarak yang selalu memisahkan kita

dengan hati yang tulus bahwa aku yakin tidak akan merubah keyakinanku padamu

dan aku berharap, kamu pun juga begitu.

 

Rindu ini membuatku selalu ada bayanganmu  disetiap hari-hariku

ingin sekali berada di sampingmu dan cuma mau bilang "Aku sayang kamu"

jagalah hatimu disana, aku disini akan menunggumu sampai engkau kembali.”

 

Tanpa tersadar malam telah larut, Rudi menghentikan tarian penanya, kemudian ia keluar dari kamarnya, dan terlihat bintang-bintang saling bertautan seakan ikut terbuai dalam jiwa Rudi yang dirundung rindu. “Hany Cintaku, Biarkan mata yang menikmati , lalu hati yang merasakan”

 

bersambung...

 

Karya : Hari Suwito