Bupati Indramayu Berharap Kebijakan Full Day School Dikaji Kembali

Jalurpantura.com - Bupati Indramayu Hj. Anna Sophannah meminta agar pemerintah pusat meninjau kembali kebijakan Full Day School. Khususnya untuk pelajar tingkat sekolah dasar, pasalnya di Kabupaten Indramayu sejak beberapa tahun lalu sudah menerapkan Pendidikan Agama melalui madrasah-madrasah yang tersebar di seluruh wilayah Indramayu.

 

Jika kebijakan Full Day School 5 hari sekolah maka akan mematikan pendidikan agama yang sudah dilaksanakan selama bertahun-tahun di madrasah-madrasah yang ada di wilayah Indramayu. Madrasah-madrasah tersebut bisa menurunkan angka buta huruf Al Qur’an di Indramayu.

 

Dalam pelaksanaannya madrasah-madrasah yang ada di Indramayu dibantu dengan biaya operasional oleh pemerintah daerah dalam pengelolaan madrasah tersebut. Dana tersebut digunakan untuk biaya operasional dan juga honor tenaga pendidiknya.

 

Bisa dibayangkan jika diterapkan kebijakan Full Day School berapa ribu madrasah di Indramayu akan tutup. Terlebih madrasah-madrasah tersebut sudah memiliki gedung sendiri, guru sendiri, dan memiliki persatuan guru madrasah sendiri. Demikian ucap Hj Anna Sophannah setelah melakukan apel pagi di Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu.

 

Jika kebijakan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diterapkan maka banyak yang dirugikan. Oleh karena itu Bupati Indramayu yang didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu H. Ali Hasan meminta Kebijakan Full Day School dengan berkata “Sikapi dengan bijak dan perlu dikaji kembali”, seperti dikutip dari Diskominfo Indramayu.