Bergulat dengan Naskah-naskah Jawa Kuno

jalurpantura.com - bertempat di Desa Cikedung Indramayu Sanggar aksara Jawa ini sejak beberapa tahun yang silam konsisten untuk mendokumentasikan / mengumpulkan, mengalih Aksara dan bahasakan naskah naskah Jawa kuno yang tersebar di masyarakat , sanggar ini juga melakukan pelatihan penulisan dan membaca Aksara jawa kuno.

"susah mas..kita mencari generasi muda yang mau mencintai kembali warisan leluhur kita ini" kata Ray mengku sutentra di sebuah kesempatan ketika bertemu redaksi , beliau sendiri adalah ketua di sanggar tersebut sekarang ini.

untuk itu sanggar aksara Jawa mencoba berbagai inovasi agar tulisan tulisan yang ada di naskah Jawa kuno khususnya juga seni tradisi yang ada di masyarakat dapat di minati lagi oleh generasi muda kita dan kedepannya saya Sanggar aksara jawa menjadi pusat literasi Aksara Jawa yang bisa menjadi rujukan bagi semua pihak " katanya

Aksara Jawa sendiri adalah huruf Hanacaraka di kenal juga Carakan , merupakan turunan aksara Brahmi yang di gunakan atau pernah di gunakan untuk penulisan naskah naskah berbahasa Jawa , makasar , madura , sunda , bali dan  sasak . bentuk tilasan Hanacaraka yang ada sekarang ini sudah ada sejak kesultanan mataram pada abad 17 , dan merupakan modifikasi dari aksara Kawi.

Di sanggar aksara Jawa sendiri sekarang sudah banyak terkumpul naskah naskah kuno dari berbagai daerah yang ada di indramayu dan sekitarnya , naskah naskah tersebut sekarang sudah dan sedang di alih aksara dan bahasakan agar masyarakat umum bisa menikmati karya leluhur dengan mudah , mereka juga sekarang sudah bekerja sama dengan beberapa pihak yang berkepentingan dengan keberadaan naskah naskah tersebut , bahkan Tarka sutarahardja salah satu anggota sanggar tersebut telah menjadi nara sumber untuk pengalih aksaraan di keraton kasepuhan Cirebon. ( Joko/photo:tarka hanacaraka)